December 30, 2008 at 3:11 pm | Posted in Berita | Leave a comment
Tags: gaza, israel, Palestina
Rasanya warga Palestina benar-benar dibuat musnah oleh Israel Laknatullah.
Israel malah dengan yakin mengatakan bahwa mereka siap melakukan “aksi panjang berminggu-minggu” dengan cara menambah serangan melalui darat ke jalur Gaza
Serangan Israel ini tentu saja bertujuan menghentikan serangan roket kaum militan Hamas. Mereka bertekad untuk menghancurkan semua simbol kekuatan hamas. Sudah banyak yang Israel hancurkan diantaranya adalah layanan kotam fasilitas publik dan pendidikan tentunya.
Belum cukup sampai disitu penderitaan saudara kita di Palestina, kaum Zionis dan pihak Mesir menutup jalur yang digunakan untuk mengirimkan bantuan bagi warga Palestina
Para pejabat Palestina mengatakan 10 orang tewas dalam serangan paling akhir, sehingga total korban jiwa sejak hari Sabtu mencapai 360 orang.
Sementara itu, empat warga Israel tewas dalam kebakaran akibat roket.
Menteri Dalam Negeri Israel, Meir Sheetrit menolak gencatan senjata hingga ancaman serangan roket bisa benar-benar dihentikan.
Seorang pengamat hak asasi PBB menuduh Israel melakukan aksi “pembantian besar-besaran”.
Richard Falk – pelapor khusus hak asasi manusia untuk wilayah Palestina – mengatakan masyarakat internasional harus menekan Israel untuk menghentikan serangan ke Gaza.
“Israel melakukan serangkaian aksi pembantaian dengan senjata modern terhadap populasi yang tidak berdaya – menyerang masyarakat yang selama berbulan-bulan harus menghadapi blokade total,” ujar Richard Falk dalam wawancara dengan BBC.
PBB mengatakan setidaknya 62 warga Palestina yang tewas sejauh ini adalah kaum wanita dan anak-anak, dan badan itu meminta penyeledikan terhadap serangan yang menewaskan banyak korban dari kalangan warga sipil tersebut.
Bentrokan di pantai
Continue Reading Israel Terus Gempur Gaza…
December 27, 2008 at 4:41 pm | Posted in Berita | 1 Comment
Tags: jakarta, macet, pemerintah
Kemacetan di daerah Jakarta memang suatu hal yang sangat mudah ditemui. Betapa tidak, ruas jalan yang dulunya tidak terlalu lebar sekarang menjadi sempit dengan adanya busway. Konsep busway sebenarnya merupakan usul yang bagus jika kendaraan yang disediakan cukup banyak dan bus reguler tidak lagi dioperasikan. Bayangkan saja, busway sudah memakan ruas jalan sementara jumlah kendaraan tidak dikurangi (karena bus reguler masih beroperasi). Ada banyak solusi lain yang ditawarkan oleh pemerintah DKI Jakarta tapi tidak dapat meminimalkan kemacetan di Jakarta, antara lain :
- Monorel yang hanya berdiri tiang pancangnya saja di beberapa ruas karena memang pola kerja Pemprov selalu semangat di awalnya saja tetapi loyo pada tahap selanjutnya
- Waterway yang hanya beroperasi hari Sabtu dan Minggu, padahal waktu sekolah dan kerja kan hari senin sampai dengan sabtu. Bagaimana bisa teratasi kemacetan di Jakarta? Belum lagi pengoperasian waterway ini terhalang oleh banyaknya sampah di Sungai Ciliwung
- Program bis sekolah gratis sudah pernah dilaksanakan tetapi macet gara-gara anggaran untuk uang bensin tidak ada.
Apakah Pemprov DKI sudah kehabisan akal dan putus asa dalam menghadapi kemacetan Jakarta?
Apakah tidak bisa diubah cara mengambil keputusan yang selalu coba-coba tanpa berdasarkan penelitian terlebih dahulu?
Apakah tidak bisa mencontoh negara-negara maju yang menerapkan sistem transportasi bawah tanah? Continue Reading Anak Sekolah Korban Kemacetan Jakarta…
December 27, 2008 at 4:34 pm | Posted in Pemikiran | Leave a comment
Tags: guru, pahlawan, Pendidikan
Guru telah membimbing kita menjadi orang yang berpendidikan dan berguna bagi bangsa ini.
Guru selalu ikhlas untuk membagikan tiap ilmu yang mereka punya.
Guru selalu ingin memberikan yang terbaik bagi muridnya.
Guru merupakan tokoh sentral dalam dunia pendidikan tetapi mengapa gajinya paling sedikit jika dibandingkan dengan profesi lain yang sama-sama dalam dunia pendidikan. Gaji mereka disamakan dengan gaji para TNI yang juga merupakan tokoh sentral dalam keamanan.
Jangan hanya mengelabui para guru dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa, jadi jika guru meminta balas jasa maka mereka tidak bisa disebut pahlawan lagi. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya?Jika pahlawan itu meninggal kita hanya bisa mengenang dan memuji jasa mereka serta meneruskan perjuangan mereka, tetapi jika pahlawan itu masih hidup apakah hanya cukup untuk dipuji?Pujian itu tidaklah cukup, guru juga manusia biasa yang mempunyai keluarga untuk dibiayai dan disekolahkan juga. Maka ganjaran berupa kenaikan gaji sudah sepantasnya mereka terima. Continue Reading Guru Harus dengan Tanda Jasa…