Anak Sekolah Korban Kemacetan Jakarta

Kemacetan di daerah Jakarta memang suatu hal yang sangat mudah ditemui. Betapa tidak, ruas jalan yang dulunya tidak terlalu lebar sekarang menjadi sempit dengan adanya busway. Konsep busway sebenarnya merupakan usul yang bagus jika kendaraan yang disediakan cukup banyak dan bus reguler tidak lagi dioperasikan. Bayangkan saja, busway sudah memakan ruas jalan sementara jumlah kendaraan tidak dikurangi (karena bus reguler masih beroperasi). Ada banyak solusi lain yang ditawarkan oleh pemerintah DKI Jakarta tapi tidak dapat meminimalkan kemacetan di Jakarta, antara lain :

  1. Monorel yang hanya berdiri tiang pancangnya saja di beberapa ruas karena memang pola kerja Pemprov selalu semangat di awalnya saja tetapi loyo pada tahap selanjutnya
  2. Waterway yang hanya beroperasi hari Sabtu dan Minggu, padahal waktu sekolah dan kerja kan hari senin sampai dengan sabtu. Bagaimana bisa teratasi kemacetan di Jakarta? Belum lagi pengoperasian waterway ini terhalang oleh banyaknya sampah di Sungai Ciliwung
  3. Program bis sekolah gratis sudah pernah dilaksanakan tetapi macet gara-gara anggaran untuk uang bensin tidak ada.

Apakah Pemprov DKI sudah kehabisan akal dan putus asa dalam menghadapi kemacetan Jakarta?
Apakah tidak bisa diubah cara mengambil keputusan yang selalu coba-coba tanpa berdasarkan penelitian terlebih dahulu?
Apakah tidak bisa mencontoh negara-negara maju yang menerapkan sistem transportasi bawah tanah?

Ada lagi beberapa penyebab yang menimbulkan kemacetean di Jakarta yaitu :

  1. Tidak adanya keseimbangan antara pertumbuhan jalan dengan pertumbuhan kendaraan. Sebagai perbandingannya adalah laju pertumbuhan kendaraan mencapai 9% per tahun sementara laju pertumbuhan jalan hanya 0.01% per tahun. Sangat signifikan bukan perbedaanya?
  2. Penduduk Jakarta lebih suka menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum karena kualitas kendaraan umum di Jakarta cukup buruk.
  3. Murahnya harga kendaraan bermotor saat ini. Dengan uang 10 juta rupiah saja kita bisa mendapatkan sepeda motor baru belum lagi dengan adanya kredit-kredit motor yang cukup menawarkan kemudahan.
  4. Banyaknya kendaraan bermotor tidak diimbangi dengan ketertiban berlalu lintas para pengendara. Jika mereka tidak tertib, saling menyerobot, tidak mau mengalah, maka kemacetan akan semakin parah di Jakarta.

Kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Pemprov Jakarta adalah memajukan jam sekolah menjadi pukulkumpul2 06.30 WIB. Padahal ada 21 juta perjalanan di Jakarta dan 48% perjalanan dilakukan oleh para pekerja sedangkan 14% adalah anak sekolah. Jadi apakah dengan memajukan jadwal sekolah menjadi pukul 06.30 WIB itu cukup efektif?Tentu saja tidak.
Mungkin negara Singapura bisa dicontoh dengan tidak memajukan jadwal sekolah tetapi memundurkan jam kantor dan jadwal buka toko diatur jadwalnya. Toh dengan kebijakan semacam itu mereka masih menjadi negara kecil yang maju.
Seharusnya tingkat kedisiplinan dari para PNS malah harus ditingkatkan dengan memajukan jadwal masuk kerja agar mereka benar-benar terlihat pengabdiannya terhadap bangsa dan negara ini. Setuju?
Yang penting jangan sampai Pemprov DKI menyerah lantas memindahkan ibukota dari Jakarta ke tampat lain. Dan semoga anak-anak sekolah tidak tertidur pulas saat pelajaran berlangsung jika memang kebijakan ini harus dijalankan.

renungan
Sumber :
http://frankdjeby.wordpress.com/2008/12/03/anak-sekolah-korban-kemacetan-jakarta/

One Response

  1. ass.wr.wb
    saya mau nanya nih, emang jam skolah di majuin tu ga pake pemikiran dulu ya?
    apanya yang jadi seger, di kelas bawaanya jadi ngantuk melulu. jadi ga efektif kan?
    apalagi di sekolah saya kadang2 belnya bunyi jam 06.24 (entah jam guru piketnya lagi rusak mungkin), jadi lari2 deh ke kelas.
    uda gitu kan kasian yang uda kelas 3, masuk jam 06.24 pulang jam 13.30 terus pelajaran tambahan sampai jam 14.30. apalagi kalo masi ada yang mau les, sampe maghrib mungkin ya?

    ada lagi yang lebih kasian.
    ada temen saya yang rumahnya (saya lupa bener atau ga) kalo ga salah di cibubur atau depok.
    dia mau berangkat pagi, tapi ga ada kendaraan umum, sedangkan ortunya masuk kerja masih lama (kasian ortunya juga kan?).

    mendingan infrastruktur2 transportasi di jakarta di benerin dulu deh.
    misalkan kaya kereta, kan lumayan cepet tu kalo naik itu, tapi masalahnya keretanya ga nyaman, uda gitu takutnya suka ada copet.

    terus lakuin transmigrasi dooonng.
    lakuin penggusuran juga.
    terus berantas juga tu pegawai pemerintah yang suka korupsi, masa bikin ktp atau sim aja bayarnya makkhhaaaaaaal skalleeeee.. (maaf ga nyambung ma topik pembicaraan)

    oia, ada saran nih.
    gimana kalo infrastruktur skolah2 di luaar jakarta dibagusin? jadi biar ga pada skolah di jakarta lagi.

    sekian dari saya, maaf kalau tidak sopan.
    wass.wr.wb

Leave a Reply